Tabloid PULSA

Rabu, 06 Februari 2013

Kapankah Idealnya Usia Wanita Saat Hamil?

TEGAL - Selain faktur usia, kondisi psikologis juga perlu dipertimbangkan jika ingin memiliki anak. Terlalu muda atau terlalu tua tentu tidak baik.

 

"Idealnya, wanita itu hamil saat usianya sekitar 20 - 35 tahun. Kalau di bawah 20 tahun kondisi psikisnya belum matang, biasanya kemampuan finansialnya juga kurang mendukung. Kalau lewat umur 35 tahun kemampuan reproduksi mulai menurun," kata dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), dokter spesialis kandungan dari RSCM.

 

Dr. Dwiana menuturkan bahwa sekitar 50 persen wanita Indonesia menikah di bawah 20 tahun. Hal ini membuat wanita-wanita tersebut memiliki usia subur yang sangat panjang. Sebenarnya hal ini bukanlah masalah serius, asal disertai perencanan keluarga yang matang. Panjangnya usia subur tersebut membuka kesempatan yang sangat luas bagi wanita untuk memiliki lebih banyak anak. Apalagi di Indonesia masih ada kepercayaan banyak anak banyak rezeki. Padahal makin banyak anak, maka tanggungan yang harus dipikul orang tua juga makin banyak.

Usia remaja juga lebih berisiko mengalami komplikasi pada kehamilan. Angka kematian bayi lebih tinggi terjadi pada remaja hamil. Penyebabnya karena remaja biasanya belum siap secara finansial dan emosi untuk memiliki anak.

Jika terlalu tua, penelitian menunjukkan bahwa kesuburan wanita akan menurun cepat setelah berusia 35 tahun. Produksi hormon progesteron yang penting untuk membantu penanaman sel telur dalam lapisan rahim akan menyusut sehingga lebih berisiko mengalami keguguran.

Kehamilan bukan sekadar perkara memiliki bayi saja. Wanita yang hamil harus menanggung beban selama hampir setahun, belum lagi biaya yang dikeluarkan serta tanggung jawab mengasuh anak. Orang tua yang tidak siap memiliki anak sebaiknya menggunakan kontrasepsi untuk mengontrol kehamilan.

"Maka dari itu, kehamilan harus direncanakan dengan baik. Gunakan kontrasepsi untuk mengatur kehamilan. Di Indonesia, orang malu beli kondom tetapi tidak malu beli rokok, padahal di negara maju orang malah malu beli rokok tapi tidak malu beli kondom. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran akan perencanaan kehamilan," papar dr. Dwiana.

(sumber: detik.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar