Kualitas Sperma yang Membantu Pasangan Cepat Punya Anak
TEGAL - Wanita bisa hamil ketika sel telurnya dibuahi sperma yang sehat. Seperti
apa sperma yang berkualitas sehingga membantu pasangan punya anak? Mari kita simak informasinya.
Cairan sperma atau sering disebut dengan semen, merupakan cairan yang
dikeluarkan penis saat terjadinya ejakulasi. Setelah terjadi penetrasi
penis ke dalam vagina, maka gesekan ritmik yang berulang dapat
menyebabkan terjadinya ejakulasi sperma yang biasanya berbarengan dengan
terjadinya orgasme.
Seperti halnya cairan tubuh lainnya, maka
cairan ejakulasi ini terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah
spermatozoa dan cairan semen. Spermatozoa merupakan bagian yang dapat
membuahi sel telur anda, tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya
dapat terlihat melalui mikroskop. Secara kasat mata cairan semen
berwarna putih, kadang keabu-abuan, agak kental, mengandung garam,
protein dan fruktosa untuk makanan spermatozoa.
Untuk mengetahui
kemampuan cairan sperma suami untuk membuahi tidak dapat ditentukan
dengan melihat konsistensinya yang seperti jelly, dan juga tidak bisa
ditentukan dari kekentalan atau keencerannya. Namun harus dilakukan
pemeriksaan di laboratorium yaitu analisis sperma. Nantinya akan
diperiksa secara makroskopis dan mikroskopis (dilihat melalui
mikroskop).
Secara makroskopis, volume sperma sekitar 2-5 cc,
berwarna putih keabu-abuan, sedikit kental, berbau seperti akasia/pinus.
Sperma yang normal tidak boleh bercampur darah atau nanah, serta berbau
busuk. "Setelah diperiksa dengan mata telanjang, maka kemudian
dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop."
Dengan
mikroskop dilihat jumlah spermatozoanya harus lebih dari 20 juta/cc,
kemudian juga dilihat kepadatan spermatozoa dalam cairan semen dan
motilitas atau keaktifan dari spermatozoa. Selain itu juga dilihat
keutuhan atau bentuk kepala dan ekornya harus normal, bentuk yang
abnormal tidak boleh melebihi 40% dari spermatozoa yang ada. Selain
pemeriksaan mikroskopis tersebut, juga dilakukan pemeriksaan analisis
cairan semen, yaitu seberapa banyak kandungan fruktosa atau proteinnya.
Pemeriksaan
analisis sperma seperti di atas biasanya dilakukan bagi pasangan yang
sudah menikah >1 tahun yang belum dikaruniai kehamilan. Bila sudah
menikah selama 1 tahun dan rutin melakukan hubungan seksual, namun belum
dikaruniai kehamilan, maka dikatakan pasangan tersebut mengalami
infertilitas primer.
Untuk pasangan yang baru menikah, ada baiknya untuk lebih bersabar dan
melakukan hubungan seksual secara rutin. Disarankan untuk melakukan
hubungan seksual 2-3 hari sekali, untuk menjaga kualitas sperma tetap
baik, karena pematangan sperma terjadi dalam 3 hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar