|
S
|
etiap keunikan, minat, dan bakat yang dimiliki anak bisa membuat mereka menjadi anak yang berprestasi. Hanya saja, terbentuknya mental juara dan pencapaian prestasi anak membutuhkan dukungan orang tua, keluarga, dan lingkungan terdekatnya.
Interaksi ideal yang terjali antara orang tua dan anak bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mengetahui bakat dan minat anak, sehingga orang tua bisa mengarahkan, mendukung, memberikan asupan nutrisi berimbang, serta menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan. Sayangnya, banyak orang tua yang belum memahami aspirasi dan keinginan anak untuk berkembang dan berprestasi.
“bahkan yang paling buruk orangtua malah menjadi penghambat anak-anak untuk berprestasi.”
Beberapa sikap orang tua yang bisa menghambat prestasi anak, antara lain:
1. Ibu Pemarah
Salah satu factor yang menyebabkan anak kurang berprestasi adalah sifat ibu yang cenderung pemarah. Ibu yang sering memarahi anaknya akan membuat anak jadi suka membangkang. Akibatnya, anak akan mencari pelampiasan, sehingga mereka cenderung bertindak kea rah negative dan tidak mampu berprestasi.
2. Memaksa anak jadi “pintar”
Setiap orangtua pasti punya keinginan untuk punya anak yang pintar. Berbagai cara pun dilakukan orangtua untuk membuat anaknya pintar, termasuk menjejali mereka dengan berbagai les pelajaran setelah pulang sekolah. Padahal anak juga membutuhkan waktu untuk bermain. Waktu bermain untuk anak-anak sebenarnya bisa membantu mereka untuk bersantai. Sbaliknya membebani anak untuk selalu belajar akan membuat mereka menjadi stress dan justru tisak berprestasi.
3. Melakukan kekerasan pada anak
Faktor kekerasan pada anak, pasti akan membuat anak jadi tertekan. Keadaan tertekan membuat mereka tidak mampu untuk mengekspresikan keinginan dan menyalurkan bakat. Rasa takut akan ancaman akan membuat anak menuruti perintah dan melakukannya dengan terpaksa. Karena terpaksa, pekerjaan yang mereka lakukan tidak akan maksimal dan akhirnya tidak akan membuahkan prestasi maksimal juga.
4. Kecanduan gadget
Di era teknologi seperti sekarang, gadget menjadi senjata ampuh untuk menghabiskan waktu. Gadget juga dianggap menjadi cara untuk membuat anak menjadi penurut dan tidak rewel. Alasan lain mengenalkan gadget pada anak juga anak agar menjadi melek teknologi. Sayangnya, mereka tidak sadar bahwa gadget juga punya sisi buruk yang membuat anak kecanduan, dan jadi malas belajar. Membagi waktu yang tepat dan memanfaatkan teknologi dengan baik, akan membuat anak melek teknologi dan juga cerdas.
(SHISOKO)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar